Ini Kata DxOMark yang Tempatkan Huawei Mate 40 Pro di Posisi Puncak

Posted on

Ini Kata DxOMark yang Tempatkan Huawei Mate 40 Pro di Posisi Puncak – Huawei sudah menepati janjinya untuk meluncurkan smartphone seri Mate terbarnya yang datang sebagai Huawei Mate 40 Series. Selain model Mate 40, ada tiga model lainnya yang turut diperkenalkan oleh Huawei, yakni Mate 40 Pro, Mate 40 Pro+, dan Porsche Design Mate 40 RS.

Ini Kata DxOMark yang Tempatkan Huawei Mate 40 Pro di Posisi Puncak

Nah! Mate 40 Pro tampaknya sudah dikirim lebih awal ke DxOMark dan perangkat baru tersebut telah selesai diuji untuk sektor kamera belakang serta kamera depannya. Hasilnya, Huawei Mate 40 Pro kini berada diposisi puncak mengalahkan Mi 10 Ultra dan juga Huawei P40 Pro yang sebelumnya memegang rekor kamera depan terbaik.

Jika tertarik dengan seluk beluk pengujian yang dilakukan oleh DxOMark, pastikan kalian mengunjungi situs tersebut. Di sini, Droidlime hanya akan memberikan ikhtisar singkat tentang pengujian yang dilakukan oleh DxOMark, dimulai dengan pengaturan kamera belakang.

Dari pengujian yang dilakukan oleh DxOMark, kamera belakang Mate 40 Pro meraih skor 136 poin. Dijabarkan lebih lanjut, saat digunakan untuk memotret, skor yang diraih mencapai 140 poin. DxOMark sangat terkesan dengan dynamic range yang sangat luas di semua level cahaya, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sangat menantang

Sudah barang tentu, Mate 40 Pro adalah pilihan smartphone yang baik untuk memotret dalam kondisi low-light. Tidak hanya itu, kamera yang disematkan juga menawarkan keseimbangan yang baik antara tekstur dan noise. Foto yang dihasilkan memiliki detail yang baik dan noise rendah di semua tingkat cahaya.

Selain itu, DxOMark juga menilai bahwa fokus otomatis pada kamera utama terbilang akurat dan bebas penundaan. Sementara, mode portrait mampu menciptakan foto bokeh yang tampak alami, yang sangat mirip dengan apa yang bisa kita temukan pada kamera DSLR dan lensa cepat. Rendering warna juga sangat luar biasa.

Hanya saja, fokus otomatis pada lensa teleoto sedikit untung-untungan

Handset ini akan mendapat keuntngan lebih dari lensa zoom kedua dengan jarak yang lebih pendek, seperti Mate 40 Pro+ dan Mi 10 Ultra. DxOMark menilai bahwa kamera ultra-wide sangat bagus dalam hal kualitas, tetapi juga salah satu ultra-wide tersempit.

Saat smartphone ini diuji untuk kebutuhan perekaman video, DxOMark memberikan skor 116 poin. Dikatakan, video yang dihasilkan oleh smartphone ini mampu menampilkan detail yang baik dan tingkat noise yang rendah di semua situasi. Warnanya bagus, white balance otomatis berfungsi dengan baik dan fokus otomatis akurat.

DxOMark juga menilai bahwa kamera yang terpasang pada Mate 40 Pro dapat beradaptasi dengan mulus saat jarak subjek berubah. Selain itu, stabilisasi video juga sangat bagus dan mampu menciptakan efek sinematik, yang khususnya terlihat ketika menggeser atau berlari saat melakukan perekaman.

Hanya saja butuh sedikit perjuangan ketika smartphone ini dipakai untuk merekam video dalam cahaya yang redup. Pengguna mungkin akan melihat perbedaan ketajaman antar frame ketika menggunakan smartphone ini untuk melakukan perekaman di malam hari.

Bagaimana dengan kamera depannya? DxOMark menyebutkan bahwa kamera depan

Mate 40 Pro mampu memberikan eksposur wajah yang baik termasuk dalam tingkat cahaya rendah. Selain itu, penilaian lainnya adalah memiliki dynamic range yang luas.

Tentu saja, memiliki dynamic range yang luas sangat berguna dalam situasi cahaya latar, dan pemandangan kontras tinggi lainnya. Warnanya yang dihasilkan juga bagus, sedangkan white balance bagus dalam kondisi low-light tetapi bisa sedikit tidak akurat dalam kondisi lain.

Meskipun fokusnya tetap, skor kamera sangat tinggi untuk pemfokusan. DxOMark juga menilai bahwa kamera depannya memiliki kedalaman bidang yang luas, meskipun ada pengurangan detail yang masih bisa ditoleransi dalam kondisi low-light.

Ya! Saat hari menjadi sangat gelap, pengguna disarankan dapat memanfaatkan fungsi flash dari layar, yang disebut-sebut oleh DxOMark mampu menghasilkan eksposur yang lebih baik. Akan tetapi, hal ini dikatakan sangat rentan terhadap vignetting.

Mode portrait dikatakan mampu menciptakan efek bokeh yang tampak bagus, tetapi hal ini terlepas dari sensor kedalaman ToF dan kesalahan estimasi sering terjadi di tepi subjek. Video selfie memiliki eksposur yang baik di sebagian besar kondisi dan warna yang bagus dengan white balance yang akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *